Senin, 29 Juni 2009

Hasil Karya PW IX Jambi

1 komentar

Perkemahan Wirakarya IX yang di adakan di STS Jambi memang bener-benar telah memberikan bekas yang mendalam bagi racana ronggo warsito - niken gandini, begitu banyak ilmu, pengalaman, dan petualangan yang dialami.
Kontingen yang terdiri dari dua sopir gaul, 12 kakang Ronggo yang gagah berani, dan 11 senduk Niken yang cantik menawan tak lupa pembina dan Kahar tercinta mengiringi setiap kegiatan disana.
Kegiatan dimulai pada tanggal 8 juni 2009 dengan disambut hujan hutan Muaro Jambi, selanjutnya dibuka olen Menko Kesra Abu Rizal Bakri beserta rombongan penggede dari Jambi dan Jakarta, sekalipun suasana disana lebih panas dari pulau Jawa ( dekat dengan garis khatulistiwa) tapi tetap tidak menyulutkan semangat para peserta, waktu terus berlalu dan kegiatan demi kegiatan terus berganti, baik aktifitas diluar buper ( bumi perkemahan), di area buper, kegiatan prestasi, bhakti fisik, pestas di panggung nusantara, demo masakan nusantara, berkunjung di beberapa tempat wisata ( kota, bahari, tempat bersejarah, sampai mall terbesar) dan masih banyak lagi kegiatan yang lain.
Hal-hal yang mungkin sulit dilupakan ketika para peserta selalu berteriak "air !!" saat pasokan dari PDAM telat datang, membuat kegaduhan di malam pentas seni, anjangsana mencari barang-barang berharga, sampai tasyakuran bersama pada malam terakhir, lebih dari itu semua kegiatan ini ternyata benar-benar telah memberikan spirit baru, kekuatan baru, dan ide-ide baru di racana kita, untuk membangun dan terus meningkatkan kualitas dan kuantitas racana. Semoga Pramuka tetap jaya...
Salam Pramuka...!!!



















Read full story

Minggu, 31 Mei 2009

Persiapan menyambut perkemahan wirakarya jambi

0 komentar

Dalam rangka mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan dalam perkemahan wirakarya (PW IX) yang sudah di depan mata, anggota Racana Ronggo Warsito-Niken Gandini (sebagian peserta), telah mempersiapkan berbagai kebutuhan yang diperlukan, baik persiapan fisik, mental, finansial, latihan seni budaya yang nantinya akan dipentaskan, serta berbagai kebutuhan yang akan digunakan.

Diantaranya, kita latihan tarian tradisional ponorogo setiap hari senin, selasa, kamis dan sabtu, rapat koordinasi hampir setiap hari, bekerja sama dengan agen penjualan pernak-pernik ponorogo, serta konsolidasi dengan pembina dan Kaharmabigus pun terus dilakukan.
Diantara aktifitas yang dilakukan, nampak hari ini (31 Mei 2009), dari pagi kita membagi tugas kerja, ada yang melakukan kerjasama dengan agen penjualan pernik reog, ada yang koordinasi di sanggar tercinta, dan ada yang menyiapkan peralatan yang lain, selang beberapa menit, kita langsung meluncur ke kawasan Ponorogo barat (ke rumah kak Rois, Jambon) untuk mencari bambu penyangga tenda, dan membuat pasak.

Sekalipun cukup menguras tenaga, tapi memberikan kepuasan tersendiri bagi kami, agenda selasai ditutup dengan jamuan makan siang bersama (sayur asem, tempe goreng, lele goreng, tak lupa sambal tomat).
Setelah melaporkan absen padaNya, kami langsung meluncur menuju sanggar bhakti triloka tercinta, semoga dengan even ini bisa memberikan kontribusi yang membanggakan bagi kampus tercinta (STAIN PO) dan bagi anggota pramuka pada khususnya.Amin.






Read full story

Minggu, 18 Januari 2009

Pedoman Menggunakan Kompas

0 komentar
Instrumen yang digunakan untuk pengukuran sudut horisontal adalah kompas magnetik. Yang dipergunakan dalam kegiatan pemetaan gua adalah tersedia dari model Suunto tipe KB 14/360R, KB-77/360 RT yang sering dipergunakan oleh surveyor gua. Perbedaan dari kompas tipe KB 14/360R dan KB-77/360 RT, adalah kompas tipe KB-77/360 RT memiliki cermin prisma yang dapat membantu pembacaan menjadi lebih mudah. Disamping itu cardnya dilengkapi dengan angka pembacaan back azimuth.
Cara Penggunaan


Kompas Suunto tipe KB 14/360R dan KB-77/360 RT
Garis vizir pada lobang pembidik diarahkan pada stasiun target sampai terlihat menjadi segaris. Garis vizir akan terlihat menunjuk pada garis skala tertentu, dimana garis skala tersebut menunjukkan besar azimuth target terhadap arah utara magnetik. Angka yang menunjukkan besarnya azimuth stasiun target terhadap arah utara magnetik, dibaca pada lobang pembidik kompas.

Kompas jenis KB 14/360R, atau KB-77/360 RT memiliki skala penuh sebesar 360?. Setiap satu garis skala menunjukkan perubahan sebesar 1?. Tetapi akurasi pembacaan sudut yang dapat dibaca sampai dengan ??. Sedangkan angka yang tertulis pada card kompas ini merupakan kelipatan 10?.

Sumber-Sumber Kesalahan

Kesalahan yang dapat timbul tidak hanya kesalahan akibat instrumennya sendiri, tetapi juga bila instrumen dihubungkan terhadap sudut pembacaan kompas, instrumen terhadap anomali dan variasi magnetik bumi. Anomali yang disebabkan oleh magnetik batuan, biji besi, dll. Terutama sekali pada area gunung api (Bowler, 1971). Dalam area batu gamping, anomali sebesar 3? adalah hal yang biasa. Pada daerah lava dapat terjadi anomali sebesar 20? . Dengan kesalahan sebesar ini tidak memungkinkan untuk membuat survey magnetik yang akurat (Ellis, 1971).

Arah dari magnet lapangan berubah setiap hari sesuai dengan perubahan dalam ionosphir, ini dikenal dengan diurnal variation, tetapi cukup kecil sekitar 0,2? . Tidak terlalu mengkhawatirkan. Variasi bumi disebabkan oleh perubahan kedalaman dalam bumi dan menghasilkan perubahan sekitar lebih 30? pada periode dua sampai tiga abad. Biasanya dihubungkan sebagai perubahan deklinasi, sekalipun dengan tepat bahwa penyimpangan berbeda secara geografi dan meridian magnetik menyebabkan semua alasan tersebut. Apa yang berhubungan dengan badai magnetik, dapat menyebabkan perubahan yang tidak hilang selama berjam-jam atau berhari-hari dan dalam kasus yang ekstrim dapat sebesar beberapa derajat. Kejadian ini dapat tak teratur dan tidak terkirakan luasnya.

Kesalahan paling sering terjadi dalam satu waktu pembacaan kompas adalah disebabkan oleh jumlah titik stasiun. Pengaruh dari baja atau besi yang melingkupi kompas, kadang terlupakan. Memiringkan sisi kompas saat pembacaan juga menghasilkan kesalahan (Stevens, 1965). Memiringkan kompas dengan sudut terlalu besar, dapat menyebabkan card kompas menjadi lekat dan tidak dapat berputar. Sehingga pembacaan kompas pada stasiun yang lebih tinggi dari yang lain, akan menghasilkan kesalahan. Dengan Suunto dan kompas prismatik Mark III, kemiringan maksimum untuk pembacaan yang presisi adalah 15? . Listrik dapat menyebabkan medan magnet. Garis tenaga listrik dapat mempengaruhi pembacaan kompas.

Read full story